Jumat, 17 Januari 2014

Tugas Proposal

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Perusahaan didirikan untuk mendapatkan laba. Tujuan mendirikan perusahaan adalah untuk memaksimalkan nilai perusahaan atau meningkatkan kemakmuran Stockholder (Weston and Copeland,1992). Tujuan ini dapat dicapai jika perusahaan mampu beroperasi dengan baik sehingga akan mengapresiasi harga saham.
Likuiditas merupakan kemampuan suatu aktiva atau instrumen untuk berubah bentuk menjadi kas atau setara kas. Tingkat likuiditas suatu saham didorong oleh transaksi-transaksi yang dilakukan terhadap saham. Semakin sering suatu saham ditransaksikan menunjukkan tingkat mobilitas yang tinggi dan semakin mudah saham tersebut diperdagangkan dan menunjukkan semakin likuid saham tersebut. Likuiditas saham bermanfaat sebagai cerminan perkembangan kinerja perusahaan. Investor berminat melakukan pembelian saham pada perusahaan yang memiliki kinerja yang baik. Sehingga perusahaan berusaha untuk menjaga kinerjanya agar tetap baik. Dalam memutuskan suatu transaksi saham, seorang investor harus mempertimbangkan beberapa faktor dengan teliti, diantaranya faktor kondisi fundamental perusahaan, faktor teknis dan faktor sentimen pasar. Kondisi fundamental perusahaan mengacu pada informasi tentang kinerja perusahaan, resiko, ukuran prospek perusahaan maupun masalah kepemilikan perusahaan tersebut. Faktor teknis (teknikal) merupakan faktor yang menggambarkan perkembangan perdagangan saham di lantai bursa seperti harga perdana, fluktuasi saham, jumlah harga saham, dan lain-lain. Dan sentimen pasar merupakan faktor-faktor lain yang tidak dapat diukur secara kuantitatif seperti situasi politik, prilaku investor, kejadian luar biasa misalnya bencana alam dan lain-lain.
Seuatu perusahaan menilai kinerjanya ditinjau dari aspek keuangan, investor harus melakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan emiten, sehingga terlihat saham perusahaan layak atau tidak untuk dibeli. Analisa rasio keuangan perusahaan adalah salah satu cara dalam menganalisa kinerja keuangan perusahaan.

  
1.2.Rumusan dan Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian, maka dirumuskan permasalahan dalam penelitian ini sebagai berikut: sejauh mana pengaruh kinerja perusahaan berpengaruh terhadap likuiditas saham dengan menggunakan proksi trading turnover pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia baik secara simultan dan secara parsial.

1.3.Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
1.      untuk memperoleh bukti empiris bahwa variabel kinerja perusahaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat likuiditas saham menggunakan proksi trading turnover pada perusahaan di pasar modal.
2.      untuk memperoleh variabel kinerja perusahaan mana yang berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat likuiditas saham menggunakan proksi trading turnover pada perusahaan di pasar modal.

1.4.Manfaat penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat pada berbagai pihak, diantaranya:
1.      Bagi para investor, baik investor potensial atau analis, hasil penelitian ini dapat memberi masukan memberikan informasi mengenai pengaruh variabel kinerja keuangan terhadap likuiditas saham baik secara simultan maupun secara parsial yang hanya menggunakan proksi trading turnover.
2.      Bagi pihak manajemen perusahaan, dapat memberikan masukan mengenai informasi rasio keuangan mana yang berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat likuiditas saham menggunakan proksi trading turnover.
3.      Bagi manajer investasi, sebagai bahan dalam memberikan dan menyikapi fenomena yang terjadi sehubungan dengan pengaruh kinerja keuangan perusahaan terhadap likuiditas saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia.
4.       Bagi akademisi, hasil penelitian ini mampu mengembangkan model yang mempengaruhi likuiditas saham.
5.      Bagi para peneliti di bidang Akuntansi dan keuangan, penelitian ini diharapkan mampu menjadi dasar atau acuan untuk penelitian selanjutnya yang lebih baik dan semakin reliable yang berkaitan dengan likuiditas saham perusahaan.

1.5.Metode Penelitian
1.5.1.      Objek penelitian
Objek penelitian adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

1.5.2.      Data / Variabel     
Data yang digunakan penulis adalah data dokumentasi dengan cara melihat, mencatat dan meganalisis data sekunder yang diterbutkan oleh emiten atau PT BEI.

1.5.3.      Metode pengumpulan data / variabel
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, dengan cara melihat, mencatat, dan menganalisis data sekunder yang diterbitkan oleh emiten atau PT BEI. Dokumen berarti mengumpulkan data tahun-tahun lalu sebagai perbandingan data untuk memperoleh data yang diperlukan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder (archival) yang terdiri dari data perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia

1.5.4.      Hipotesis
Berdasarkan kerangka teori dan definisi permasalahan diatas, hipotesa yang akan diuji dalam penelitian ini adalah:
Ha1 : Kinerja perusahaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap likuiditas saham menggunakan proksi trading turnover pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Ha2 : Kinerja perusahaan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap likuiditas saham menggunakan proksi trading turnover pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

1.5.5.      Alat analisis yang digunakan
Penelitian ini menguji kinerja perusahaan (diukur dengan rasio keuangan) terhadap likuiditas dengan menggunakan proksi trading turnover. Analisis menggunakan regresi linear berganda. Model ini akan diuji secara parsial dan secara simultan. Sehingga diperoleh variabel mana yang berpengaruh terhadap likuiditas saham menggunakan trading turnover sebagai pengukuran yang ada di Indonesia. Agar penelitian terarah dalam menganalisis, langkah pertama yang dilakukan adalah pengujian asumsi klasik dengan tujuan agar diperoleh parameter yang valid dan handal, terdiri atas uji Multikolinieritas, uji Autokorelasi, uji Heteroskedastisitas. Setelah model dikatakan valid, maka langkah selanjutnya adalah menguji model secara parsial menggunakan uji t dan uji model secara keseluruhan menggunakan uni F. Kemudian model yang digunakan juga dihitung koefisien korelasi berganda (R) dan koefisien determinasi berganda (R2) untuk mengukur seberapa besar variasi hubungan variabel dependen mampu dijelaskan secara bersama-sama oleh variabel independen.

 

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1.Laporan Keuangan
Laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut (Munawir, 2002). Laporan keuangan merupakan informasi akuntansi yang menggambarkan seberapa besar kekayaan perusahaan (Laporan Neraca), seberapa besar penghasilan perusahaan (Laporan Laba Rugi) serta transaksi-transaksi ekonomi apa saja yang telah dilakukan perusahaan yang bisa mempengaruhi kekayaan dan penghasilan perusahaan (Tandelilin, 2001). Maka dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan adalah suatu hasil perhitungan berbagai transaksi keuangan dan komponen keuangan lainnya yang dinyatakan melalui perhitungan akuntansi sehingga menunjukkan informasi yang berguna bagi pihak-pihak yang membutuhkannya. Dari data keuangan yang dipublikasikan tersebut, khususnya bagi investor yang bermain di pasar modal akan sangat berguna dalam mengambil keputusan dalam investasinya. Dari pengertian di atas, maka fungsi dari laporan keuangan adalah memberikan informasi kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Pihak-tersebut adalah investor, karyawan, pemberi pinjaman (kreditur), Pemasok dan kreditur lainnya, pelanggan, pemerintah dan masyarakat. Bagi investor, berkepentingan dengan resiko yang melekat seta hasil pengembangan investasi yang dilakukan. Karyawan, berkepentingan pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Pemberi pinjaman (kreditur), berkepentingan pada informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman dan bunga dapat dibayar perusahaan pada waktu jatuh tempo. Pelanggan, berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama jika mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang atau tergantung pada perusahaan. Pemerintah dengan berbagai lembaga yang ada di bawahnya, berkepentingan terhadap alokasi sumber daya dan aktivitas perusahaan lainnya. Dan masyarakat, berkepentingan terhadap kontribusi perusahaan pada perekonomian nasional (Niki Lukviarman, 2006).



2.2.Rasio Keuangan
Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, manajemen akan melakukan berbagai aktivitas berkaitan dengan; evaluasi terhadap kinerja perusahaan, merencanakan aktivitas perusahaan dimasa yang akan datang serta mendapatkan gambaran apakah tujuan perusahaan sudah dapat dicapai (Niki Lukviarman, 2006). Analisis keuangan, terutama analisis rasio keuangan adalah alat yang paling bermanfaat intuk menentukan bagaimana aktivitas usaha dijalankan. Dengan pengamatan dan analisis yang memadai atas hasil analisis rasio keuangan dapat membantu manajemen untuk menemukan keunggulan dan kelemahan perusahaan. Penggunaan analisis rasio keuangan sangat bervariasi dan akan sangat ditentukan oleh pihak yang menggunakannya. Di samping itu, analisis rasio keuangan hanya akan memberi gambaran pada satu sisi saja, sehingga memerlukan informasi tambahan agar dapat lebih bermanfaat dalam mengambil keputusan. Oleh karena itu, analisis rasio hanya akan bermanfaat jika dibandingkan dengan suatu standar tertentu yang jelas sesuai dengan tujuan manajemen. Menurut Purnomo (1998) menyatakan bahwa penggunaan rasio keuangan adalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penting mengenai prestasi operasional perusahaan. Pertanyaan ini dikelompokkan kedalam empat kategori yaitu:
1. Bagaimana likuiditas perusahaan, yaitu membahas sejauh mana perusahaan mampu memenuhi tanggung jawabnya pada saat jatuh tempo, dimana pengukurannya adalah Current Ratio.
2. Apakah manajemen menghasilkan laba yang memadai dari penggunaan aset-aset perusahaan, yaitu membahas kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Pengukurannya adalah Return on Equity, Return on Investment.
3. Bagaimana perusahaan mendanai aset-asetnya, yaitu membahas proporsi besarnya sumber-sumber pendanaan jangka pendek atau panjang terhadap pemakaian aset perusahaan. Pengukurannya adalah Debt to Equity Ratio
4. Apakah pemegang saham menerima penghasilan yang memadai dari investasi yang telah dilakukan, dimana pengukurannya adalah Earning Per Share, Price Earning Ratio, Dividen Per Share dan Price Book Value. Bagi pemegang saham dan calon investor akan cenderung menitikberatkan perhatian pada sisi profitabilitas dan resiko, karena kelangsungan saham sangat bergantung pada tingkat keuntungan yang diperoleh dan dividen di masa yang akan datang. Bagi perusahaan sendiri, analisis rasio keuangan yang berhubungan dengan seluruh aspek keuangan jangka panjang maupun jangka pendek sangat diperlukan. Alasannya adalah karena manajemen bertanggungjawab untuk mengelola aktivitas operasional perusahaan dan mampu menghasilkan laba yang kompetitif. Untuk analisis rasio keuangan, hanya diperlukan dua jenis laporan keuangan yaitu laporan Neraca dan laporan Laba Rugi. Menurut Martono (2001), terdapat empat kategori dasar analisis ratio keuangan:
1. Rasio Likuiditas (Liquidity Ratios), merupakan rasio yang menunjukan hubungan antara kas perusahaan dan aktiva lancer lainnya dengan hutang lancar. Rasio likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajiban finansial perusahaan yang harus segera dibayar atau kewajiban jangka pendek.
2. Rasio Aktivitas (Activity Ratios), dikenal dengan rasio efesiensi, yaitu rasio yang mengukur efesiensi perusahaan dalam menggunakan asetasetnya.
3. Rasio Leverege Finansial (Financial Leverege Ratios), yaitu rasio yang mengukur seberapa banyak perusahaan menggunakan dana dari hutang (pinjaman).
4. Rasio Keuntungan (Profitability Ratios) atau rentabilitas yaitu rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari penggunaan modalnya.



BAB III
METODOLOGI PENELITIAN


3.1.Objek penelitian
Objek penelitian adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

3.2.Data / Variabel   
Data yang digunakan penulis adalah data dokumentasi dengan cara melihat, mencatat dan meganalisis data sekunder yang diterbutkan oleh emiten atau PT BEI.

3.3.Metode pengumpulan data / variabel
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi, dengan cara melihat, mencatat, dan menganalisis data sekunder yang diterbitkan oleh emiten atau PT BEI. Dokumen berarti mengumpulkan data tahun-tahun lalu sebagai perbandingan data untuk memperoleh data yang diperlukan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder (archival) yang terdiri dari data perusahaan yang listing di Bursa Efek Indonesia

3.4.Hipotesis
Berdasarkan kerangka teori dan definisi permasalahan diatas, hipotesa yang akan diuji dalam penelitian ini adalah:
Ha1 : Kinerja perusahaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap likuiditas saham menggunakan proksi trading turnover pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia
Ha2 : Kinerja perusahaan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap likuiditas saham menggunakan proksi trading turnover pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

3.5.Alat analisis yang digunakan
Penelitian ini menguji kinerja perusahaan (diukur dengan rasio keuangan) terhadap likuiditas dengan menggunakan proksi trading turnover. Analisis menggunakan regresi linear berganda. Model ini akan diuji secara parsial dan secara simultan. Sehingga diperoleh variabel mana yang berpengaruh terhadap likuiditas saham menggunakan trading turnover sebagai pengukuran yang ada di Indonesia. Agar penelitian terarah dalam menganalisis, langkah pertama yang dilakukan adalah pengujian asumsi klasik dengan tujuan agar diperoleh parameter yang valid dan handal, terdiri atas uji Multikolinieritas, uji Autokorelasi, uji Heteroskedastisitas. Setelah model dikatakan valid, maka langkah selanjutnya adalah menguji model secara parsial menggunakan uji t dan uji model secara keseluruhan menggunakan uni F. Kemudian model yang digunakan juga dihitung koefisien korelasi berganda (R) dan koefisien determinasi berganda (R2) untuk mengukur seberapa besar variasi hubungan variabel dependen mampu dijelaskan secara bersama-sama oleh variabel independen.

 

DAFTAR PUSTAKA

Banerjee, Suman, Vladimir A. Gatchev, Paul A. Spindt. 2005, Stock Market Liquidity and Firm Dividen Policy. Los Angeles

Ekaputra, Irwan dan Oka Zuraini. 2006, Stock Split, Fraksi Perdagangan dan likuiditas Saham di Bursa Efek Jakarta, Majalah Usahawan no.12 TH XXXV Desember 2006

Gitman, Lawrence and Joehnk, Michael. 1996, Fundamental of Investing, Harper Collins Helfert, A. Erich. 1999, Analisa Laporan Keuangan Edisi ketujuh, Erlangga, Jakarta

Horne, Van & Wachowicz. 1998, Prinsip-Prinsip Manajemen Keuangan Buku II, Salemba Empat, Jakarta

Husnan, Suad. 2001, Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas, Edisi ke-3, UPP AMP YKPN, Yogyakarta

Keown, Arthur J, et al. 1999, Dasar-Dasar Manajemen Keuangan, Terjemahan Chairul D, Djakman, SE.Ak, MBA, Jilid 1, Salemba Empat, Jakarta

Lukviarman, Niki. 2006, Dasar Dasar Manajemen Keuangan, Andalas University Press, Padang

Munawir, S. 1998, Analisa Laporan Keuangan, Liberty, Yogyakarta

Natarsyah, Syahib. 2000, Analisis Pengaruh Beberapa Faktor Fundamental dan Resiko Sistematis Terhadap harga saham pada industri Barang Konsumsi yang go Public di pasar Modal, Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vol 15, No 3, pp 294-312

Nugroho, Agung. 2004, Strategi Jitu Memilih Strategi Statistik Penelitian dengan SPSS, Andi, Yogyakarta

Purnomo, Yogo. 1998, Keterkaitan Kinerja Keuangan dengan Harga Saham, Usahawan No.12 TH XXVII Desember 1998

Ross, Stephen, et al. 1991, Corporate Finance, Toppan Co. Ltd, Tokyo Japan

Sekaran, Uma. 2006, Research Methods for Business Edisi 4, Salemba Empat, Jakarta

Tandelilin, E. 2001, Analisa Investasi dan Manajemen Portofolio, BPFEYogyakarta Triton, 2005. SPSS 13.0. Terapan Riset Statistik Parametrik. Penerbit Andi. Yogyakarta

Wira, Variyetmi, SE, MM. Pengaruh Kinerja Perusahaan Terhadap Likuiditas Saham Menggunakan Trading Turnover Studi Kasus Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Jurnal Manajemen dan Kewiraushaan, Volume 3, Nomor 2 Mei 2012. ISSN 208 - 5031

0 komentar:

Poskan Komentar