Selasa, 24 Desember 2013

Bedah Jurnal: Pengaruh Praktek Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan di Bursa Efek Indonesia



PENGARUH PRAKTEK GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DI BURSA EFEK INDONESIA
Jurnal ditulis oleh:
Like Monisa Wati
Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi
Universitas Negeri Padang
Jl. Prof Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar Padang

1.      Latar Belakang
Kinerja merupakan gambaran dari pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan dalam mewujudkan tujuan perusahaan. Dimana salah satu tujuan penting didirikannya perusahaan adalah memaksimalkan kekayaan pemegang saham melalui peningkatan nilai perusahaan (Brigham dan Houston,2001). Dengan kata lain kinerja keuangan perusahaan disebut juga suatu penentuan yang mengukur mengenai baik buruknya perusahaan dalam prestasi kerja dapat dilihat dari kondisi keuangannya pada periode tertentu. Kondisi keuangan dianalisis dengan alat-alat analisis keuangan.
Pengukuran kinerja keuangan perusahaan dilakukan untuk mengetahui apakah hasil yang dicapai telah sesuai dengan perencanaan. Dengan meningkatnya kinerja keuangan  perusahaan berarti perusahaan dapat mencapai tujuan dari didirikannya perusahaan tersebut. Dalam mengukur kinerja keuangan perusahaa dapat menggunakan Return On Equity (ROE) dan Net Profit Margin (NPM).
ROE merupakan pengukuran penghasilan yang tersedia bagi para pemilik perusahaan atas modal yang mereka investasikan didalam perusahaan (Lukman,2000:64). NPM merupakan ukuran keuntungan dengan membandingkan antara laba setelah bungan dan pajak dibandingkan dengan penjualan atau dengan kata lain rasio pendapatan bersih perusahaan atas penjualan (Kasmir, 2011:200).
Menurut Dani dan Hasan (2005), factor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan antara lain Good Corporate Governance (GCG). Karena prinsip dasar GCG pada dasarnya memiliki tujuan untuk memberikan kemajuan terhadap kinerja keuangan pada suatu perusahaan. Semakin baik corporate governance yang dimiliki suatu perusahaan maka diharapkan semakin baik pula kinerja perusahaan tersebut.

2.      Hipotesis
Berdasarkan uraian-uraian sebelumnya dan mengacu pada penelitian terdahulu, hipotesis penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:
H1 : Praktek Good Corporate Governance berpengaruh positif terhadap kinerja            perusahaan yang diukur dengan ROE
H2 : Praktek Good Corporate Governance berpengaruh positif terhadap kinerja    perusahaan yang diukur dengan NPM

3.      Data
·         Populasi
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdftar di BEI pada periode analisis tahun 2008-2010, yaitu dengan jumlah populasi sebanyak 13 perusahaan.


·         Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Dengan criteria dalam pengambilan sampel yaitu perusahaan yang terdaftar di BEI dari tahun 2008-2010, dan perusahaan yang masuk dalam skor pemeringkatan (CGPI) dalam penerapan good corporate governance (GCG) dari tahun 2008-2010. Berdasarkan kriteria tersebut, maka perusahaan yang dijadikan sample berjumlah 39 perusahaan.

4.      Teknik Analisis Data
Analisis dilakukan dengan pengujian regresi sederhana, terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik yang berguna untuk mengetahui apakah data yang digunakan telah memenuhi model regresi. Pengujian ini meliputi uji normalitas dengan metode Kolmogorof-Smirnov test, uji autokorelasi dengan perhitungan Durbin-Watson Test (DW Stat), uji heteroskedastistas yang dilakukan dengan Spearman Correlation. Kemudian Uji Kelayakan Model (Goodness of Fit Test) meliputi Uji Koefisien Determinasi (R2). Selanjutnya melakukan uji masing masing hipotesis (uji t).

5.      Hasil Penelitian dan Pembahasan
Sampel (N) perusahaan yang akan diteliti berjumlah 39 perusahaan selama periode tiga tahun. Dalam hasil olahan data SPSS seluruh perusahaan telah memenuhi criteria lulus uji prasyarat analisis (uji asumsi klasik).
Berikut tabel 1 yang memperlihatkan hasil regresi linier sederhana:

 
Berdasarkan hasil yang terdapat dalam tabel 1, dapat dirumuskan persamaan regresi linier sederhana sebagai berikut:
ROE = -27,214 + 0,539 CGPI
Nilai konstanta sebesar -27,214 artinya tanpa adanya CGPI, maka nilai ROE akan turun sebesar 27,214%. Nilai koefisien CGPI adalah sebesar 0,539 menunjukkan hasil yang positif yang berarti setiap meningkatnya CGPI sebesar 1 maka akan meningkatkan ROE sebesar 0,539%
 Berdasarkan hasil yang terdapat dalam tabel 2, dapat dirumuskan persamaan regresi linier sederhana sebagai berikut:
NPM = -29,037 + 0,0508 CGPI
Nilai konstanta sebesar -29,037 artinya tanpa adanya CGPI, nilai NPM akan turun sebesar 29,037%. Nilai koefisien CGPI adalah sebesar 0,508 menunjukkan hasil positif yang berarti setiap meningkatnya CGPI sebesar 1 maka akan meningkatkan NPM  sebesar 0,508%.


Berdasarkan tabel 3 dapat diketahui nilai Adjusted R2 yang diperoleh sebesar 0,335. Ini berarti kinerja (ROE) perusahaan yang terdaftar di BEI yang masuk dalam daftar pemeringkatan oleh The Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG) dapat dijlaskan oleh variabel bebasnya yaitu CGPI sebesar 11,2 dan sisanya 88,8% dipengaruhi oleh variabel lainnya.

 Berdasarkan tabel 4 dapat diketahui bahwa nilai Adjusted R2 yang diperoleh sebesar 0,405. Ini berarti bahwa kinerja keuangan (NPM) perusahaan yang terdaftar di BEI yang masuk dalam daftar pemeringkatan oleh The Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG) dapat dijelaskan oleh variabel bebasnya yaitu CGPI sebesar 16,4 dan sisanya 83,6% dipengaruhi oleh variabel lainnya.


Berdasarkan tabel 5 diketahui bahwa nilai koefisien CGPI bernilai positif 0,539 dan nilai t hitung adalah sebesar 2,160 dengan signifikan 0,037 < 0,05. Hal ini berarti CGPI berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROE pada perusahaan yang terdaftar di BEI yang masuk dalam daftar pemeringkatan oleh The Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG), sehingga dapat dikatakan bahwa hipotesis diterima.


Berdasarkan tabel 6, dapat diketahui bahwa nilai koefisien CGPI bernilai positif 0,508 dan nilai t hitung adalah sebesar 2,692 dengan signifikan 0,011 < 0,05. Hal ini berarti CGPI berpengaruh positif dan signifikan terhadap NPM pada perusahaan yang terdaftar di BEI yang masuk dalam daftar pemeringkatan oleh The Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG), sehingga dapat dikatakan bahwa hipotesis diterima.

6.      Simpulan
Berdasarkan pendahuluan, kajian teori dan pengolahan data serta pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Praktek Good Corporate Governance (CGPI) berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diukur dengan ROE dan NPM pada perusahaan yang terdaftar di BEI yang masuk dalam daftar pemeringkatan oleh The Indonesia Institute for Corporate Governance (IICG).

Opini
Berdasarkan hasil penilitian tersebut, GCG berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan yang terdaftar di BEI. Maka GCG dapat dijadikan salah satu pedoman investor untuk berinvestasi di perusahaan tersebut. Karena GCG yang tinggi maka akan menghasilkan kinerja yang baik.

0 komentar:

Poskan Komentar