Kamis, 18 April 2013

Konsep Dasar E-Commerce

KONSEP DASAR E- COMMERCE
Bisnis di Internet
E-commerce merupakan singkatan dari Electronic Commerce. Ada banyak arti dari e-commerce itu sendiri, diantaranya adalah menurut para ahli juga, tapi yang paling penting disini adalah tentang persamaan e-commerce yang ada, diantaranya adalah:
1.      E-commerce melibatkan lebih dari satu perusahaan dan dapat diaplikasikan hamper di setiap jenis hubungan bisnis
2.      E-commerce mengizinkan untuk menjual produk-produk dan jasa secara online
Electronic Comerce (E- Commerce) secara umum merupakan kegiatan bisnis (perniagaan/ perdagangan) atau jasa yang berhubungan erat dengan konsumen, manufaktur, internet service provider, dan pedagang perantara dengan menggunakan media elektronik. Dalam hal ini media elektronik utama dengan menggunakan internet.
Hanya dengan membuat website, perdagangan pun tidak hanya bisa dilakukan dengan langsung datang dan bertatap muka antara si pembeli dengan si penjual, tapi melalui website ini perdagangan secara online bisa dilakukan. Jual beli produk pun bisa dilakukan dengan baik, website yang dibuat tidak hanya sebatas memberikan informasi saja kepada konsumen mengenai perusahaan/perorangan/penjual dan apa yang ditawarkan oleh perusahaan/perorangan/penjualan tersebut. Tapi sekarang dengan mengunjungi website tersebut pembeli bisa menemukan, melihat, membaca, memesan dan membayar produk-produk yang diinginkansecara online. Dampaknya mengubah perekonomian, struktur pasar dan industri, produk dan jasa serta aliran distribusinya, segmentasi pasar, nilai bagi konsumen, perilaku konsumen, lapangan pekerjaan dan pasar tenaga kerja. Dampaknya juga terjadi pada masyarakat dan politik, dan perspektif kita terhadap dunia dan diri kita didalamnya.
Konsep Dasar E- Commerce
·        Automation: Otomasi bisnis proses sebagai pengganti proses manual (konsep “enterprise resource planning”)
·        Streamlining / Integration: Proses yang terintegrasi untuk mencapai hasil yang efisien dan efektif (konsep “just in time”).
·        Publishing: Kemudahan berkomunikasi dan berpromosi untuk produk dan  jasa yang diperdagangkan (konsep “electronic cataloging”)
·        Interaction: Pertukaran informasi/data antar pelaku bisnis dengan meminimalisasikan human error  (konsep “electronic data interchange”)
·        Transaction: Kesepakatan dua pelaku bisnis untuk bertransaksi dengan melibatkan institusi lain sebagai fungsi pembayar (konsep “electronic payment”)
Pengertian E-commerce menurut para ahli
·        Menurut Mariza Arfina dan Robert Marpaung, E-Commerce atau yang lebih dikenal dengan E-com dapat diartikan sebagai suatu cara berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas internet dimana terdapat website yang dapat menyediakan layanan “get and deliver”
·        Menurut David Baum pengertian E-commerce adalah “E-commerce is a dynamic set of technologies, application, and business process that link enterprise, consumers, and communities through electronic transactions and the electronic exchange of goods, service, and information”. E-commerce merupakan satu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen, dan komunitas tertentu melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektonik.
·        Roger Clarke dalam “Electronic Commerce Definitions” menyatakan bahwa E-commerce adalah tata cara perdagangan barang dan jasa yang menggunakan media telekomunikasi dan telekomunikasi sebagai alat bantunya.
Definisi E- Commerce Dari Beberapa Perspektif
·        Komunikasi: pengiriman barang, jasa, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau sarana electronik lainnya
·        Perdagangan: penyediaan sarana untuk membeli dan menjual produk, jasa, dan informasi melalui Internet atau fasilitas online lainnya
·        Proses Bisnis: menjalankan proses bisnis secara elektronik melalui jaringan elektronik, menggantikan proses bisnis fisik dengan informasi
·        Layanan: cara bagi pemerintah, perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya pelayanan/operasi sekaligus meningkatkan mutu dan kecepatan layanan bagi konsumen
·        Pembelajaran: sarana pendidikan dan pelatihan online untuk sekolah, universitas, dan organisasi lain termasuk perusahaan
·        Kolaborasi: metoda kolaborasi antar dan intra organisasi
·        Komunitas: tempat berkumpul (mangkal) bagi anggota suatu masyarakat untuk belajar, mencari informasi, melakukan transaksi, dan berkolaborasi
Manfaat E-commerce
Banyak manfaat dari penjualan secara online melalui media internet yaitu dengan adanya e-commerce suatu organisasi atau perusahaan dapat menjalankan bisnisnya untuk menjangkau seluruh Indonesia bahkan sampai ke luar negeri, beberapa manfaat e-commerce antara lain sebagai berikut :
a.       Kemampuan grafis internet mampu memperlihatkan produk apa adanya (natural) serta dapat membuat brosur berwarna dan menyebarkan tanpa ongkos kirim
b.      Lebih aman membuka took online disbanding membuka took biasa
c.       Berjalan di dunia maya internet tidak mengenal hari libur dan hari besar, semua transaksi bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja
d.      Tanpa batas-batas wilayah dan waktu sehingga memberikan jangkauan pemasaran yang luas dan tak terbatas oleh waktu
e.       Revenue stream (arus pendapatan) yang baru yang mungkin sulit atau dan tidak dapat diperoleh melalui cara konvensial
f.           Menigkatkan market exposure (pangsa pasar) dimana penggunaan e-commerce memungkinkan untuk meningkatkan pangsa pasar yang semula mempunyai pangsa pasar di dalam negeri saja, dengan adanya ecommerce maka pangsa pasar menjangkau luar negeri
g.       Menurunkan biaya operasi (operating cost). Penggunaan teknologi internet memungkinkan kita untuk melakukan kegiatan perdagangan selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu, akan tetapi tidak terpengaruh terhadap biaya yang dikeluarkan untuk biaya lembur karyawan atau pegawai kerena segala sesuatunya dikerjakan oleh computer yang tidak membutuhkan operator untuk menjalankan proses perdagangan, cukup hanya dengan penggunaan software tertentu maka semua aktivitas dalam transaksi perdagangan dapat dilakukan
Kenaikan Volume E-Commerce
·        Pertumbuhan transaksi B2B e-commerce 30% lebih cepat dibanding transaksi B2C
·        B2B adalah transaksi bisnis lewat internet antara perusahaan dengan perusahaan
·        B2C adalah transaksi bisnis lewat internet antara perusahaan dengan konsumen umum yang menjadi pelanggan atau pembeli produk secara eceran
Save Money and Make Money
  • Interactive branding melalui interaktifitas, penyediaan content dan on-line brand management
  • E-operation yang akan meningkatkan efisiensi, menurunkan biaya proses dan mempercepat alur kerja
  • E-commerce mengembangkan manajemen penjualan dan transaksi secara online yang bersifat B2B, B2C atau C2C
Model Biaya
·        High fixed cost: Infrastruktur jaringan, Biaya telekomunikasi
·        Almost zero variable cost: Sama untuk 10 vs 10.000 pengguna
·        Margin transaksi online 60-85% (tertutupi oleh biaya merketing) eBay 85%.
·        Profit machine: jika pengguna dan repeat users mencapai massa kritis
Struktur Model Bisnis E- Commerce
  • Revenue model: deskripsi bagaimana perusahaan atau proyek EC dapat menghasilkan revenue, misal: Penjualan, Komisi transaksi, Iuran anggota atau biaya pendaftaran, Iklan, Royalty atau biaya afiliasi, Sumber revenue lain.
  • Value proposition: Keuntungan yang diperoleh dari usaha EC, misal: Efisiensi pencarian produk dan transaksi bagi pembeli, Ketergantungan (lock-in), Citra perusahaan, Agregasi informasi, Kolaborasi dengan perusahaan lain.
Model Usaha E- Commerce
  • Brokerage: memfasilitasi transaksi B2B, B2C atau C2C. Pendapatan dari fee transaksi
  • Advertising: menyediakan content dan jasa (eMail,chat,forums) dengan iklan banner ads.
  • Infomediary: mengumpulkan dan menjual data perilaku konsumen untuk target marketing, atau memberikan informasi tentang situs web ke konsumen.
  • Merchant: e-tailer:grosir dan ritel barang, jasa, penjualan berdasar daftar harga dan lelang.
  • Manufacturer: memungkinkan produsen/manufacturer mencapai konsumen secara langsung.
  • Affiliate: menawarkan pembelian produk/jasa dari situs tertentu ke pengguna yang ada di situs lain.
  • Community: berdasarkan pada loyalitas pengguna, bukan volume trafik
  • Subscription: pengguna membayar biaya berlangganan untuk akses. Content harus memiliki nilai tambah yang tinggi.
  • Utility: pengguna membayar berdasarkan bit informasi yang diakses.
  • Sistem tender (reverse auction) elektronik: suatu model dimana seorang pembeli meminta kandidat penjual untuk mengajukan penawaran harga; pemenangnya yang mengajukan harga terendah
  • Lelang dengan harga beli “name your own price”: suatu model dimana pembeli menentukan harga yang ia mampu bayar dan mengundang para penjual yang dapat menjual dengan harga tersebut
  • Viral marketing: pemasaran dari “mulut ke mulut” dimana konsumen menganjurkan suatu produk atau jasa perusahaan kepada teman-temannya atau orang lain
  • Group purchasing: pembelian dalam skala besar yang memungkinkan sekelompok pembeli mendapatkan potongan harga
Jenis- Jenis E- Commerce
·        Business To Business (B2B) Merupakan sistem komunikasi bisnis antar pelaku bisnis atau transaksi secara elektronik antar perusahaan yang dilakukan secara rutin dan dalam kapasitas produk yang besar. B2B mempunyai karakteristik sebagai berikut:
1.      Pertukaran informasi yang dilakukan antar pembisnis tersebut atas dasar kebutuhan dan kepercayaan.
2.      Pertukaran Informasi yang dilakukan dengan format yang sudah disepakati dan Service sistem yang digunakan antar kedua pembisnis juga menggunakan standard yang sama.
3.      Salah satu pelaku bisnis tidak harus menunggu rekan bisnisnya untuk mengirimkan datanya.
4.      Sarana yang digunakan EDI (Electronic Data Interchange ) sebagai pertukaran data antara komputer antar berbagai organisasi.
5.      Model yang umum digunakan adalah peer-to-peer, dengan model ini antar pelaku bisnis lebih mudah untuk mendistribusikan informasi yang dimilikinya
·        Business To Consumer (B2C) Merupakan sistem komunikasi bisnis antar pelaku bisnis dengan konsumen untuk memenuhi kebutuhan tertentu pada saat tertentu. B2C mempunyai karakteristik sebagai berikut:
1.      Informasi disebarkan secar umum.
2.      Pelayanan yang diberikan bersifat umum sehingga banyak digunakan oleh banyak orang.
3.      Pelayanan yang diberikan berdasarkan permintaan. Konsumen melakukan permintaan, maka pelaku usaha harus cepat dan siap merespon permintaan konsumen tersebut.
4.      Pendekatan yang dilakukan adalah Client Server, dimana Konsumen berada pada sisi Client, dengan menggunakan Web Broses untuk mengaksesnya, dan Pelaku Usaha berada pada sisi Server
·        Consumers To Consumers (C2C) Merupakan sistem komunikasi dan transaksi bisnis antar konsumen untuk memenuhi kebutuhan tertentu pada saat tertentu. C2C mempunyai karakteristik sebagai berikut:
1.      Pada lingkup konsumen ke konsumen bersifat khusus karena transaksi yang dilakukan hanya antar konsumen saja, seperti Lelang Barang.
2.      Internet dijadikan sebagai sarana tukar menukar informasi tentang produk, harga, kualitas dan pelayanannya.
3.      Konsumen juga membentuk komunitas pengguna atau penggemar suatu produk. Sehingga jika ada ketidak puasan suatu produk, maka akan segera tersebar luas melalui komunitas tersebut.
Infrastruktur E- Commerce
·        Internet: Lingkungan jaringan global
·        Intranet: jaringan dalam perusahaan
·        Extranet: Jaringan yang menggunakan internet untuk menghubungkan beberapa internet.
Aplikasi E- Commerce didukung oleh infrastruktur dan lima area pendukung, yaitu: manusia, kebijakan publik, pemasaran, dan periklanan, layanan pendukung, dan hubungan bisis. Lima area inilah yang biasa di sebut dengan E- Commerce Framework.
Klasifikasi E- Commerce Berdasarkan Transaksi dan Interaksi
·        Business to consumer: transaksi online dilakukan antara perusahaan dengan pengguna individu.
·        Business to business: perusahaan membuat transaksi online dengan perusahaan lain.
·        Business to business to consumer: perusahaan menyediakan barang atau jasa kepada klien bisnis untuk mempertahankan pelanggannya.
·        Consumer to business: pengguna internet menjual barang atau jasa kepada perusahaan atau seseorang yang mencari penjual untuk menawar pada barang atau jasa yang dibutuhkan.
·        Consumer to consumer: konsumer menjual secara langsung kepada konsumer lainnya.
·        Mobile Commerce: transaksi dan kegiatan e- commerce yang dilakukan pada lingkungan nirkabel.
·        Location based commerce: transaksi m- commerce yang ditargetkan pada pengguna individu pada lokasi dan waktu yang spesifik.
·        Intrabusiness EC: e- commerce yang mencakup semua aktivitas internal perusahaan termasuk pertukaran barang, jasa, atau informasi antara unit dan individu dalam perusahaan.
·        Business to employee: perusahaan mengirimkan barang, jasa kepada karyawannya.
·        Collaborative commerce: dimana individu atau kelompok dapat berkolaborasi secara online.
·        E- Learning: pengiriman informasi secara online untuk pelatihan dan pendidikan.
·        E- Government: pemerintah membeli atau menyediakan barang, jasa, atau informasi kepada perusahaan atau warga negara individu.
Perjalanan e-commerce di Indonesia
·        Pertumbuhan Customer lewat internet akan terjadi sekitar 800% pertahun sampai tahun 2005. Di Internet sekarang terdapat, lebih dari 2.100.000 images dan 128,3 juta exiting pages. Menurut Survey dari IDC (International Data Corporation), diprediksikan dalam system ekonomi baru ini sekitar 3 milyar orang akan terkoneksi ke internet, walaupun sekarang hanya berjumlah sekitar 1,2 milayar orang saja.
·        Ada beberapa indikator tentang internet di Indonesia yang masih kurang menggembirakan. Misalnya, berdasarkan data APJII, dari 55 penyelenggara jasa internet di Indonesia yang telah mengantongi izin dari Dirjen Postel untuk memberikan jasa pelayanan, hanya 43 saja yang aktif menawarkan jasa. Selanjutnya pertumbuhan domain baru (perusahaan dengan co.id) masih sedikit yang menggunakannya.
·        Kita tidak perlu pesimis. Tidak ada hubungannya antara jumlah pemakai dan pelanggan internet di suatu negara dengan kemampuan perusahaan eksis dalam ecommerce. Alasannya sederhana saja, ingat, internet adalah bisnis global. Begitu sebuah perusahaan masuk kesana, marketnya juga global. Kecuali jika perusahaan tersebut hanya melihat Indonesia saja sebagai pasarnya, artinya pasar di internet tidak lagi dibatasi geografis. Target market perusahaan diseluruh dunia adalah semua orang yang telah menggunakan internet. Perubahan yang terjadi dalam dua tahun terakhir, menunjukkan bahwa perdagangan yang dilakukan melalui internet terjadi penurunan harga sekitar 30%. Order Cycle sebuah bisnis yang tadinya memakan waktu 30 hari, waktunya bisa menjadi pendek, yakni 5 hari saja.
·        Data terbaru IDC (1998) juga menyebutkan, nilai transaksi via Internet di Asia-Pasifik (tak termasuk Jepang) pada 1998 mencapai US$ 643,11 juta, dengan jumlah pengakses sekitar 7,9 juta. Dari angka tersebut, nilai transaksi via Internet dari Indonesia diperkirakan sekitar US$ 1,16 juta dengan angka pengakses sekitar 110 ribu. Tentu saja masih relatif kecil, sebab Malaysia saja mempunyai nilai transaksi online pada 1998 sekitar US$ 20,1 juta dengan jumlah pengakses Internet sekitar 410 ribu.
·        Wajar kalau gambaran di Indonesia seperti itu. Bukti lainnya, meskipun relatif banyak perusahaan yang sudah memasang homepage, hanya sedikit yang memfungsikannya sebagai toko online. Sebagian besar lebih difungsikan sebagai media informasi dan pengenalan produk. Menurut Adji Gunawan, Associate Partner dan Technology Competency Group Head Andersen Consulting, secara umum ada tiga tahapan menuju E-commerce, yakni: presence (kehadiran), interaktivitas dan transaksi. Nah, kebanyakan homepage perusahaan Indonesia baru pada tahapan presence.
·        Dyviacom Intrabumi atau D-Net (www.dnet.net.id) tergolong perusahaan perintis transaksi online di sini, yakni sejak September 1996. Wahana transaksi berupa mal online yang disebut D-Mall (diakses lewat D-Net) itu, hingga tulisan ini dibuat telah menampung sekitar 33 toko online/merchant. Produk yang dijual bermacam-macam, dari makanan, aksesori, pakaian, produk perkantoran sampai furniture.
·        Selain D-Net, beberapa perusahaan lain sebenarnya juga tengah menyiapkan mal online serupa. Indosat – lewat IndosatNet (www.indosat.net.id) — kini tengah mematangkan fasilitas transaksi online-nya, yang disebut i2 Mall (Indonesia Interactive Mall).
·        Telkom juga tengah mengembangkan mal online khusus produk-produk telekomunikasi yang disebut RisTIShop. Masih di lingkungan Telkom, kantor Telkom Divre V Jawa Timur juga membuat mal online, disebut Jatim Mall. Dan, kabarnya, WasantaraNet yang dimiliki PT Pos Indonesia telah pula membangun mal online-nya sendiri.
·        Akses harian D-Net mencapai 20 ribu hit/hari. Adapun dari pengalaman transaksi selama ini, menurutnya, produk makanan (kue) relatif terlaris, dengan rata-rata order 5kali/hari (kalau hari raya bisa 50 order/hari).
·        Hanya saja, mungkin karena pertimbangan efisiensi, beberapa toko online — seperti GiftNet — membatasi nilai transaksinya, misalnya minimal Rp 100 ribu.
Teknologi Pendahulu E- Commerce
·        1970-an: inovasi seperti electronic funds transfer (EFT)—dana dikirim secara elektronis dari satu organisasi ke organisasi lain (terbatas di kalangan perusahaan besar)
·        electronic data interchange (EDI)— media transfer dokumen rutin elektronis (terjadi perluasan penggunaan termasuk perusahaan manufaktur, ritel, dan pelayanan)
·        interorganizational system (IOS)—travel reservation systems dan stock trading
Perkembangan E-Commerce di Indonesia
Didalam perkembangan E-Commerce di Indonesia, memiliki tantangan-tantangan, diantaranya yaitu :
·         Kultur
  1. Masyarakat Indonesia, yang masih belum terbiasa dengan berbelanja dengan katalog.
  2. Masih harus melihat secara fisik atau memegang barang yang akan dijual.
  3. Masih senang menawar harga yang dijual.
·         Kepercayaan
1.      Kepercayaan antara penjual dan pembeli masih tipis.
2.      Kepercayaan kepada pembayaran elektronik masih kurang.
3.      Penggunaan masih jarang.
Sampai saat ini, web resmi yang telah menyelenggarakan e-commerce di Indonesia adalah RisTI Shop. Risti, yaitu Divisi Riset dan Teknologi Informasi milik PT. Telkom, menyediakan prototipe layanan e-commerce untuk penyediaan informasi produk peralatan telekomunikasi dan non-telekomunikasi. Web ini juga telah mendukung proses transaksi secara online. Selain RisTI, tampaknya belum ada web lain yang menyelenggarakan e-com di Indonesia. Padahal, untuk membuat sistem e-com, investasi yang dikeluarkan tidak sebesar membangun suatu toko yang sebenarnya. Selain itu, lingkup pemasaran produknya bisa jauh lebih luas, karena tidak terbatas pada satu kota tertentu. Selain itu, biaya penyelenggaraan dan promosi pada e-com juga lebih kecil jika dibandingkan dengan sistem toko yang konvensional. Ada Beberapa Usaha Besar yang Sedang Berjalan membangun mata rantai E-Commerce Nasional, yaitu : Lippo-e-Net, Telkom dengan CommerceNet & Plasa.Com, Indosat dengan Portal 1-2, IndosatCom dengan Dagang2000 & Indosign, Jatis dengan solusi etalaze-nya
Ada Dua Alasan Utama Masuknya Perusahaan Lama & Konvesional Ke Website :
1.      Perusahaan start up yang langsung masuk ke website sebagai sarana binis mengalami pertumbuhan yang fantastis (Amazon.com)
2.      Menjamurnya perusahaan baru berbasis internet, ternyata telah mengambil pangsa pasar perusahaan lama dan konvensional
Beberapa Faktor Pendorong E-Commerce  Makin Mudah Digunakan :
1.      Adanya konvergensi teknologi
2.      Kecepatan transmisi internet
3.      Komoditas Online
Penyiapan Ekonomi Berbasis Internet
Nilai Dasar untuk Mendefinisikan Bisnis di Dunia Maya
·        Sediakan    Informasi    tentang    Perusahaan, produk dan Jasa Anda
·        Menjadi Pusat Informasi bagi Calon Pelanggan
·        Menyediakan Layanan Transaksi Langsung
·        Layanan dan Dukungan Terus Menerus
Isu Penting ke Depan
-          Peran akuntan manajemen
Peran akuntan di dalam digital ekonomi. Jika semua aktivitas sudah berjalan secara elektronik :
·        e-check requisition
·        e-authorization system
·        e-fund transfer
·        e-data entry thru Customer Integrated System (CIS) which capture data at its “point of origin”
·        e- transaction processing system
·        e- financial reporting
Peran akuntan dalam E-World
·        Reengineering the accounting operation
·        Value adding accounting services
·        Information - IT literate
·        Effectively use IT tools
·        Work with people all over the world
·        Chances of becoming telecommuter
-          Isu e-Financial Reporting
Penyajian laporan keuangan yang tidak komplit dan bertentangan dengan GAAP :
·        Omission of Notes to F/S
·        Omission of auditors’ opinion
·        Inclusion of “forward looking statement” without appropriate disclaimer (incorporation of analyst’s comment, financial projection, management opinion
·        Tidak jelasnya batasan antara informasi yang audited vs unaudited
·        Import data dan image dari situs web lain dapat berakibat laporan menjadi mislead
·        Tidak ada jaminan atau assurance bahwa “online F/S” sama persih dengan “paper version F/S”
Adanya perubahan dari periodik reporting menjadi “most - current” dan “real time” reporting. Sehingga auditor akan menjadi information system auditor Beberapa saran mengurangi legal risk:- perlu approriate disclaimer untuk forward looking statement.
·        Reevaluate system security
·        Measure
·        Establish policy for employee participation in chat room.
-          Isu peran akuntan public
Cyber corporation:
·        Going concern issue
·        Tax issue for cross border services
·        More outsourcing = pengakuan pendapatan dan biaya, komitmen dan kontijensi
·        Valuation business
-          Isu accounting standards setter
Mengembangkan "kode etik" untuk bisnis berbasis web dan pelaporan keuangan untuk menjamin data berkualitas tinggi dalam bentuk elektronik
Pengembangan standar yang menyediakan "kepastian" dan "fleksibilitas" dalam pelaporan dalam    e-world
Mengembangkan global e - business reporting language (BRL)
Jaminan Keamanan Transaksi E-Commerce Bagi Konsumen
1.      Mereka melakukan transaksi dengan peruysahaan riil bukan fiktif yang menawarkan barangnya sesuai dengan janji.
2.      Mereka akan menerima barang dan jasa sesuai dengan permintaan dan harga yang telah disepakati.
3.      Mereka memiliki opsi untuk meminta perusahaan e-commerce tidak menyebarkan informasi pribadi kepada pihak ketiga
4.      Informasi pribadi tidak dapat dicuri secara teknologi.
Web Trust dan Akuntan
1.      WebTrust diciptakan bersama antara AICPA dan CICA dan merupakan salah satu dari 6 assurance service.
2.      WebTrust membangun kepercayaan publik global atas transaksi lewat e-commerce.
3.      WebTrust dikembangkan atas dasar prinsip dan kriteria yang meliputi 4 masalah jaminan keamanan yang menjadi tuntutan konsumen.
4.      Independen akuntan akan memeriksa dan menguji website klien terhadap kriteria yang telah ditetapkan dan memberi opini apakah perusahaan mempunyai kualifikasi mencatumkan WebTrust Seal pada websitenya.
5.      Seal tersebut merupakan simbol yang diakui secara universal bahwa perusahaan memiliki integritas e-commerce secara global.
Audit Prinsip-Prinsip Web Trust
Audit ini meliputi 3   area   yaitu   praktek bisnis,   integritas   transaksi, kerahasian pribadi dan keamanan.
1.      Pengungkapan Praktek Bisnis
2.      Integritas Transaksi
3.      Pencegahan Informasi Pribadi
E- Commerce Berbasis Internet di Indonesia
Bank & Lembaga Keuangan Finansial Terpercaya
  • Sudah ada beberapa yang sudah melangkah ke arah Internet Banking, Seperti : BCA, Mandiri, BRI, BNI, dan lain- lain.
  • Efektivitas transaksi online dengan luar negeri masih    rendah    karena    belum   terciptanya infrastruktur  keuangan  yang  memadai  bagi kegiatan E-Commerce
Agen- Agen Pemerintahan
Lembaga pemerintahan yang memungkinkan untuk ikut ambil bagian dalam kegiatan e- commerce:
·        Departemen Perindustrian dan Perdagangan
·        Ditjen Pos dan Telekomunikasi
·        Pabean
·        Biro Pusat Statistik
·        Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional)
·        Badan Standarisasi
Agen- Agen Keamanan
            Agen keamanan yang ada di Indonesia masih jarang, diantaranya yang ada:
·        ID- CERT (Indonesian Centre of Computer Emergency Response Team)
·        SIRT (Security Incident Response Team)
Network Providers
            Di Indonesia terdapat lebih dari 50 operasional Internet Service Provider (ISP). Sekitar 140-an lisensi ISP telah diberikan oleh DITJEN POSTEL. Untuk hubungan ke luar negeri, link disediakan oleh Indosat dan Satelindo.
Organisasi atau Asosiasi
          Layanan e-commerce punya potensi besar di Indonesia, namun kadang kerap tercoreng ulah nakal segelintir oknum. Tak ingin industri ini layu sebelum berkembang, 10 perusahaan e-commerce pun bersatu dalam satu wadah untuk misi dan visi mereka untuk menjaga industri transaksi online di Indonesia tetap sehat lewat wadah Indonesian e-Commerce Association (IDEA).
Sumber Daya Manusia
  • SDM merupakan faktor penentu keberhasilan pelaksanaan E-Commerce.
  • Keterbatasan informasi adalah penyebab utama sedikitnya   jumlah   SDM   di   Indonesia   yang mengerti tentang E-Commerce.
  • Masih sedikitnya infrastruktur dan para pelaku E-Commerce di Indonesia menjadikan lahan virtual ini akan menjadi lahan yang menjanjikan di masa yang akan datang.
E- Commerce Terbaik 2012
Berikut adalah kategori dan pemenang Indonesia Top e-Commerce 2012:
1.      Best User Intervace: Tokobagus.com
2.      Best E- Commerce Solution: CHAT.co.id
3.      Best B2C: Glodokshop.com
4.      Best Social Media Campaign: Blibli.com
5.      Best eFashion: PinkEmma.com
6.      Best Small Medium Enterprise: Bebintang.com
         7.      E-Commerce Idol: PinkEmma.com

0 komentar:

Poskan Komentar