Minggu, 30 Desember 2012

Pengertian, Fungsi dan Tarif Pajak

A. Pengertian Pajak
Banyak sekali definisi tentang pajak yang ditemukan oleh para ahli, dan kalau kita amati maksud dari definisi itu memiliki kesamaan maksud. Berikut ini adalah pengertian pajak menurut Prof. Dr. Rochmat Soemitro, S.H (alm.) dalam bukunya Dasar- Dasar Hukum Pajak dan Pajak Pendapatan, PT Eresco, Bandung 1965. Beliau Mengatakan: "Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan undang-undang (yang dapat dipaksakan) dengan tidak mendapat jasa timbal (kontraprestasi), yang langsung dapat ditunjukkan dan yang digunakan untuk membayar pengeluaran umum."

Jadi pengertian pajak adalah seuatu yang berdasarkan undang-undang yang dapat dipaksakan artinya karena kekuatan undang-undang, maka rakyat wajin membayar pajak, mau tidak mau harus memenuhi kewajiban itu. Pemerintah dapat memaksa wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya dengan menggunakan surat paksa dan sita. Kelalaian dan pelanggaran yang dilakukan oleh wajib pajak dapat dikenakan hukuman atau sanksi berupa denda maupun kurungan penjara. Sedangkan arti perpajakan itu sendiri ialah segala sesuatu yang berkaitan dengan sistem dan permasalahan pelaksanaan pajak-pajak

B. Perbedaan Pajak, Retribusi, dan Sumbangan
Jika pajak tidak ada hubungan antara pembayaran dengan prestasi secara langsug. Sedangkan retribusi ada hubungannya antara pembayaran dengan prestasi langsung. Sifat paksaan dalam retstribusi hanya mencakup pihak yang mengharapkan prestasi tadi. Mereka yang tidak memperoleh prestasi tidak dipungut retribusi. Contohnya retribusi parkir

Lain halnya dengan Sumbangan yang hampir menyerupai retribusi, artinya hubungan antara pembayaran dengan prestasi bersifat lebih langsung, perbedaan prestasi dalam sumbangan tidak dapat diidentifikasikan kepada orang-orang tertentu atau [restasinya hanya dinikmati oleh segolongan orang. Sumbangan seperti halnya pajak dapat dipaksakan, disertai sanksi.\

C. Fungsi Pajak
Fungsi pajak terdiri dari dua, yaitu
1. Fungsi Budgeter, adalah pajak sebagai alat untuk memasukan uang ke dalam kas negara untuk digunakan sebagai dana pembayaran pengeluaran negara
2. Fungsi Reguler, adalah pajak digunakan sebagai alat untuk mecapai tujuan tertentu di luar bidang keuangan. Misalnya untuk meningkatkan ekspor, pajak ekspor direndahkan atau dihilangkan

D. Dasar Pengenaan Pajak (Tax Base)
Dasar pengenaan pajak sangat luas. Misalnya bisa berupa barang, peristiwa, maupun nilai, atau batasan-batasan tertentu yang diterapkan

E. Tarif Pajak
1. Tarif Tunggal
adalah pajak yang menggunakan satu macam tarid, terdiri dari:
a. Tarif tetap adalah tarif pajak yang besarnya tetap dan tidak tergantung kepada nilai obyek yang dikenakan pajak. Contohnya aturan bea materai untuk cek dan bilyet giro dengan nominal berapa pun adalah Rp 3.000.000
b. Tarif proporsional (sebanding) adalah tarif denga menggunakan prosentase tetap. Sehingga jumlah pajak akan berubah sesuai dengan besarnya nilai obyek yang dikenakan pajak. Contohnya, tarif Pajak Bumu dan Bangunan 0,5%

2. Tarif Tidak Tunggal
adalah pajak yang menggunakan lebih dari satu tarif, terdiri dari:
a. Tarif progresif adalah suatu tarif yang menggunakan prosentase semakin besar untuk nilai obyek yang jumlahnya semakin besar. 
b. Tarif degresif adalah tarif yang besar prosentasinya semakin menurun bila besar nilai obyek yang dikenakan pajak semakin besar jumlahnya


Referensi: 
Syarif, Agus, 2005. Modul Lembar Kerja Perpajakan untuk SMK, Mahasiswa dan Umum, Yudhistira. Bandung



0 komentar:

Poskan Komentar