Senin, 18 Juni 2012

Investasi Dalam Aktiva Tetap

INVESTASI DALAM AKTIVA TETAP

Investasi dalam aktiva tetap diartikan sebagai proses yang mengacu pada sebuah penganggaran modal. Proses pengambilan keputusan sebelum melakukan tindakan dalam suatu perusahaan harus didasari oleh keputusan yang matang, proses pengambilan keputusan berkenaan dengan investasi dalam aktiva tetap, yang memerlukan proposal diterima atau ditolak dengan investasi dalam aktiva tetap, yang memerlukan proporsional diterima atau ditolak hal ini mengacu pada penganggaran modal.
Dalam memutuskan suatu proyek dapat kita terima atau kita tolak, pada arus kas bebas memiliki manfaat yang besar pengaruhnya bagi kelangsungan perusahaan. Dalam hal ini perusahaan harus menentukan seberapa besar pengaruhnya arus kas yang dihasilkan oleh suatu proyek dan berfungsi pada suatu penentuan apakah proyek dapat diterima? Dalam hal tersebut perusahaan harus menguji apakah yang terkait dengan arus kas dan bagaimana cara untuk mengukurnya untuk mendapatkan suatu keputusan.
Secara khusus investasi melibatkan pengeluaran kas yang besar dan mengikat perusahaan pada tindakan tertentu pada periode yang relative lama, jika suatu keputusan penganggaran modal dilakukan dengan tidak teliti maka akan canderung menimbulkan biaya yang mahal. Sebagian metode ini mengambil perhitungan nilai waktu dari uang, hanya satu metode saja yang tidak digunakan di dunia nyata. Dalam hal ini perusahaan lebih sering memakai metode NPV yang membandingkan nilai sekarang dari arus kan masuk dan arus kas keluar.

A.             Perputaran Dana yang Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap
Perputaran dana yang tertanam dalam aktiva tetap yaitu dalam bentuk mesin, bangunan, kendaraan dan lain-lain akan diterima kembali keseluruhannya oleh perusahaan dalam beberapa tahun secara berangsur-angsur melalui depresiasi.

B.                 Capital Budgeting
Capital budgeting (penganggaran modal) adalah keseluruhan proses perencanaan dan pengambilan keputusan mengenai pengeluaran dana dimana jangka waktu kembalinya dana tersebut melebihi waktu satu tahun.

C.                Karakteristik Capital Budgeting
1.                  Bertujuan untuk mendapat keuntungan pada masa yang akan datang
2.                  Melalui jangka waktu yang relative lama
3.                  Meliputi dana yang relative besar

D.                Manfaat Capital Budgeting
1.                  Untuk mengetahui kebutuhan dana yang lebih terperinci, karena dana yang terikat jangka waktunya lebih dari satu tahun
2.                  Agar tidak terjadi over investment atau under investment
3.                  Dapat lebih terencana, teliti, karena dana semakin banyak dan dalam jumlah yang sangat besar
4.                  Mencegah terjadinya kesalahan dalam decision making

E.                 Penggolongan usul investasi dalam aktiva tetap
1.                  Investasi Penggantian
Pada umumnya, keputusan mengenai investasi penggantian adalah yang paling sederhana. Dalam hal ini aktiva yang sudah aus (wear-out) atau usang (obsolete) harus diganti dengan aktiva baru bila produksi akan tetap dilanjutkan
2.                  Investasi Penambahan Kapasitas
Misalnya usulan penambahan jumlah mesin atau pembukaan pabrik baru. Investasi ini sering juga bersifat investasi penggantian, contohnya mesih yang sudah tua dan tidak efisien akan diganti dengan mesin baru yang lebih besar kapasitasnya dan lebih efisien
3.                  Investasi Penambahan Produk Baru
Investasi untuk menghasilkan produk baru disamping tetap menghasilkan produk yang telah diproduksi pada waktu ini
4.                  Investasi Lain-lain
Investasi yang termasuk golongan ini adalah usulan investasi yang tidak termasuk dalam ketiga golongan di atas, misal investasi untuk pemasangan alat pemanas, alat pendingin dan lain-lain.

F.                 Metode-metode Untuk Menseleksi Usulan Investasi
Ø    Payback Periode
Adalah suatu periode yang diperlukan untuk dapat menutup kembali pengeluaran investasi dengan menggunakan proceed atau aliran kas neto (Net Cash Flow). Semakin cepat modal dapat diperoleh kembali berarti semakin kecil resiko yang harus diambil atau dihadapi.
Kriteria penerimaannya adalah jika periode pengembalian lebih rendah dari periode pengembalian maksimum yang ditentukan maka proyek akan diterima.

Ø    Net Present Value
Adalah selisih antara nilai sekarang arus kas masuk yang akan diterima diwaktu yang akan datang dengan arus kas keluar. Kriteria penerimaannya adalah apabila NPV positif maka proyek diterima, berarti Rate of Return dari investasi lebih tinggi dari Discount Rate, begitupun sebaliknya.

Ø    Profitability Index
Membagi antara nilai sekarang arus kas masuk yang akan diterima diwaktu yang akan datang dengan arus kas keluar. Kriteria penerimaannya adalah jika profitability index lebih dari satu maka investasi diterima dan sebaliknya

Ø    Internal Rate Of Return (IRR)
Adalah tingkat pengembalian yang dihasilkan atau suatu investasi atau discount rate yang menunjukan nilai sekarang arus kas masuk sama dengan arus kas keluar. Jika PV Proceed lebih besar dari PV Outlays (investasi) maka harus digunakan tingkat bunga yang lebih tinggi, begitupun sebaliknya jika PV Procees lebih kecil dari investasi maka harus digunakan tingkat bunga yang lebih rendah.

Ø    Accounting Rate Of Return (ARR)
Metode Accounting Rate Of Return atau sering disebut dengan Average Rate of Return, menunjukan prosentase keuntungan neto sesudah pajak dihitung dari average investment atau initial investment. Kriteria penerimaannya jika ARR lebih dari 100% maka investasi diterima, dan jika ARR lebih kecil dari 100% maka investasi ditolak.

G.                Rumus-rumus yang Dipakai
1)                  Depresiasi
HP – HS                  HP = Harga Perolehan
                                         UE                                  NS = Nilai Sisa / Nilai Residu
                                                                        UE = Umur Ekonomis
2)                  Cash In Flow (Proceed)
EAT + Depresiasi     EAT = Earning After Tax (Laba setelah Pajak)

3)                  Discount Factor (DF)
              1                                            r = Tingkat Bunga
                                ( 1+ r ) n                                      n = Tahun ke-n

4)                  Payback Periode
·         Jika proceed yang dihasilkan tiap tahun sama, ,maka rumusnya:
  Jumlah Investasi * 1 tahun   
                                      Proceed
Ø  Jika payback periode > umur ekonomis, maka Investasi ditolak
Ø  Jika payback periode < umur ekonomis, maka Investasi diterima

·         Jika proceed yang dihasilkan tiap tahun berbeda, menggunakan rumus:
HP                                     = xxx
NS                                     = xxx  -
Investasi                            = xxx
Proceed th 1                      = xxx  -
Sisa Investasi                    = xxx
Proceed th2                       = xxx  -
Sisa Investasi                    = xxx
Dan begitu seterusnya sampai investasi tidak dapat dikurangi dengan proceed tahun selanjutnya, lalu:

5)                  Net Present Value (NPV)
PV.Proceed  = Proceed * DF                 NPV = PV Proceed – PV Outlays
PV. Outlays  = Harga Perolehan
Ø  Jika NPV (+), maka investasi diterima
Ø  Jika NPV (-), maka investasi ditolak


6)                  Profitability Index
PV Proceed
PV Outlays
Ø    Jika PI > 1, investasi diterima
Ø    Jika PI < 1, investasi ditolak

7)                  Acounting Rate of Return (ARR)
Ø    Jika ARR > 100%, diterima
Ø    Jika ARR < 100%, ditolak

8)                  Internal Rate of Return (IRR)
 
Ø    Jika IRR > tingkat bunga, diterima
Ø     Jika IRR < tingkat bunga, ditolak

P1 = tingkat bunga ke-1          ;           C1 = NPV ke-1
P2 = tingkat bunga ke-2          ;           C2 = NPV ke-2

 
Sumber:
"Makalah Investasi Dalam Aktiva Tetap" disusun oleh Citra Ayuananda 
Modul Panduan Praktikum Manajemen Keuangan 2 Lab. Manajemen Menengah
 

1 komentar:

Ismail Saleh mengatakan...

Terima kasih untuk artikel akuntansi sangat bermanfaat.

Poskan Komentar