Kamis, 26 April 2012

Asuransi

Pengertian asuransi menurut Undang - undang No.2 Tahun 1992 tentang Usaha Peasuransian:
Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih dengan mana pihak penanggung meningkatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premi asuransi untuk  memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggung jawabkan.

Manfaat Asuransi
a. Rasa aman dan perlindungan
b. Pendistribusian biaya dan manfaat lebih adil
c. Polis asuransi dapat dijadika sebagai jaminan untuk memperoleh kredit
d. Berfungsi sebagai tabungan
e. Alat penyebaran resiko
f. Membantu meningkatkan kegiatan usaha


Resiko dan Ketidakpastian
Resiko dalam usaha asuransi diartikan sebagai ketidakpastian dari kerugian finansial atau kemungkinan terjadi kerugian. Dari perngertian tersebut, maka sesuatu yang mungkin mengalami kerugian finansial merupakan suatu resiko. Hal ini tidak berarti bahwa kita benar-benar akan mengalaminya, karena kita masih dihadapkan pada unsur keraguan atau ketidakpastian. Ketidakpastian dan peluang kerugian dapat dibedakan sebagai berikut:
a. Ketidakpastian ekonomis, yaitu ketidakpastian dan kebijakan ekonomi yang pada gilirannya mempengaruhi konsumsi, harga atau perkembangan teknologi
b. Ketidakastian alam, yaitu ketidakpastian akan terjadinya badai, banjir, kebakaran dan bencana lainnya.
c. Ketidakpastian yang manusiawi, yaitu ketidakpastian terjadinya perang, pembunuhan, pencurian dan sebagainya


Jenis Resiko 
a. Resiko Murni
Resiko ini berarti ada ketidakpastian terjadinya suatu kerugian atau dengan kata lain hanya ada peluang merugi dan bukan peluang menguntungkan. Resiko murni adalah suatu resiko yang bila terjadi akan memberikan kerugian dan bila tidak terjadi tidak akan menimbulkan kerugian dan keuntungan


b. Resiko Spekulatif
Resiko spekulatif adalah resiko yang berkaitan dengan terjadinya dua kemungkinan yaitu kerugian finansial atau peluang memperoleh keuntungan


c. Resiko Individu
Resiko individu terbagi menjadi tiga macam resiko, yaitu:
1. Resiko pribadi, yaitu resiko yang mempengaruhi kepastian atau kemampuan seseorang memperoleh keuntungan yang dapat disebabkan oleh kematian, cacat fisik, kehilangan pekerjaan dll.
2. Resiko harta, yaitu resiko terjadinya kerugian keuangan apabila kita memiliki suatu benda atau harta tersebut hilang, dicuri atau rusak. Hilangnya suatu harta benda menimbulkan suatu kerugian.
3. Resiko tanggung gugat, yaitu resiko yang mungkin kita alami sebagai tanggung jawab akibat kerugian pihak lain. Jika kita menanggung kerugian seseorang maka kita harus membayarnya, sehingga kerugian seseorang itu menyebabkan kita mengalami kerugian finansial.

0 komentar:

Poskan Komentar