Rabu, 04 Januari 2012

Perlakuan Akuntansi Terhadap Produk Bersama dan Produk Sampingan


Akuntansi Produk Bersama

Perusahaan yang menghasilkan produk bersama pada umumnya menghadapi masalah pemasaran berbagai macam produknya, karena masing- masing produk tentu mempunyai masalah pemasaran dan harga jual yang berbeda- beda. Manajemen biasanya ingin mengetahui besarnya kontribusi masing- masing produk bersama tersebut terhadap seluruh penghasilan perusahaan, karena demikian ia dapat mengetahui dari beberapa macam produk bersama tersebut, jenis produk yang menguntukan atau jenis yang perlu didorong pemasaran.

Untuk itu, kita perlu untuk mengetahui seteliti mungkin bagian dari seluruh biaya produksi yang di bebankan kepada masing- masing produkbersama, sehingga masalah pokok akuntansi harga pokok bersama adalah penentuan proporsi total biaya produksi yang harus di bebankan ke berbagai macam produk bersama.

Biaya bersama dapat dialokasikan kepada tiap- tiap produk bersama dengan menggunakan salah satu dari empat metode di bawah ini:
·         Metode nilai jual relatif
a) Nilai pasar produk bersama diketahui pada titik pemisahan produk.
Jika nilai pasar diketahui pada titik pisah produk, total biaya bersama dialokasikan diantara produk bersama dengan membagi total nilai pasar tiap produk yang dihasilkan dengan total nilai pasar semua produk yang dihasilkan sehingga diketemukan ratio individu dari nilai pasar terhadap total nilai pasar. Ratio inilah yang dikalikan dengan total biaya bersama.

b) Nilai pasar produk bersama tidak diketahui pada titik pemisahan produk / Nilai pasar diketahui setelah titik pisah proses.Nilai pasar pada titik pisah produk mungkin tidak diketahui, khususnya apabila tambahan proses pengolahan produksi diperlukan untuk menjadikan produk bersangkutan berada pada kondisi siap untuk dijual. Untuk itu perlu dilakukan sedikit modifikasi atas rumus yang disajikan diatas dengan sebuah nilai pasar yang hipotesis pada titik pisah produk mesti dihitung. Nilai pasar yang hipotesis itu ditentukan dengan mengurangi tambahan biaya untuk pemrosesan dari nilai pasar dari produk yang selesai.
·         Metode satuan fisik
Menurut metode ini, kuantitas hasil produksi dipergunakan sebagai dasar untuk mengalokasikan biaya bersama. Metode menghendaki bahwa produk bersama pada akhirnya harus diukur dalam unit pengukur yang sama, apabila mempunyai unit pengukur yang berlainan maka dapat digunakan suatu angka penyebut yang umum.
·         Metode rata- rata biaya per satuan
Menurut metode ini total biaya bersama dibagi dengan jumlah unit yang dihasilkan untuk mendapatkan biaya per unit lalu biaya per unit dikalikan dengan jumlah unit dari tiap yang diproduksi untuk menentukan porsi biaya bersama yang akan dialokasikan kepada masing-masing produk.

·         Metode rata- rata tertimbang
Mungkin kita temukan variasi yang sangat kompleks dalam produksi produk bersama seperti kesulitan dalam produksi, jumlah waktu yang diperlukan, atau kuantitas tenaga kerja yang dibutuhkan atau ukuran tiap unit. Faktor-faktor yang menunjukkan bobot tiap produk, yang didasarkan pada kompleksitas tersebut, oleh karena itu harus diperhitungkan untuk memperoleh alokasi yang lebih tepat.

Akuntansi Produk Sampingan

Dalam uraian tentang produk bersama telah dibahas mengenai bagaimana mengalokasikan biaya bersama ke dalam produk bersama. Dalam produk sampingan titik berat pembahasannya adalah bagaimana memperlakukan pendapatan penjualan produk sampingan tersebut. Alokasi biaya bersama kepada produk utama dan produk sampingan pada umumnya dianggap tidak perlu, karena nilai produk sampingan relatif rendah bila dibandingkan dengan produk utama.

Meskipun demikian ada beberapa metode untuk mengalokasikan biaya bersama kepada produk utama dan produk sampingan . metode yang digunakan untuk memperlakukan produk sampingan dapat dibagi menjadi dua golongan:
·         Metode yang tidak mencoba menghitung harga pokok produk sampingan atau persediaannya, tetapi memperlakukan pendapatan penjualan produk sampingan sebagai pendapatan atau pengurang biaya produksi. Metode ini disebut metode tanpa harga pokok (non-cost methods).
Dalam metode ini terdapat beberapa cara perlakuan terhadap hasil penjualan produk sampingan sebagai berikut :
a) Hasil penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai pendapatan lain-lain / pendapatan diluar usaha.
b) Hasil penjualan produk sampingan diperlakukan sebagai tambahan terhadap hasil penjualan produk utama. Dengan demikian dalam cara ini pendapatan usaha bertambah.
c) Hasil produk sampingan diperlakukan mengurangi harga pokok penjualan.
d) Hasil penjualan produk sampingan diperlakukan mengurangi total biaya produksi.
e) Nilai pasar produk sampingan dikurangkan ke total biaya produksi (Metode Nilai Pasar / reversal Cost Method)

·         Metode yang mencoba mengalokasikan sebagian biaya bersama kepada produk sampingan dan menentukan harga pokok persediaan produk atas dasar biaya yang dialokasikan tersebut. Metode ini dekenal dengan nama metode harga pokok (cost methods).
Dalam metode ini harga pokok produk sampingan ditetapkan sebesar harga beli / nilai pengganti (Replacement Cost) yang berlaku di pasar. Harga pokok tersebut di kredit perkiraan “ Barang Dalam Proses Bahan Baku ”. Dengan demikian biaya produksi (bahan baku) untuk produk utama berkurang. seringkali kita jumpai pengolahan satu atau bbrp bahan baku, dalam satu proses produksi, dapat menghasilkan beberapa barang jadi. Dalam persh semacam ini, krn bbrp produk yang dihasilkan bersasal dari proses pengolahan bahan baku yang sama, timbul masalah pengalokasian biaya bersama (joint cost) kepada bbrp produk yang dihasilkan tersebut.
Biaya bersama (joint produk) adalah biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan beberapa produk scr bersama. Biaya ini terdiri dari Bi BB, Bi TK, dan BOP. Produk yg dihasilkan dlm hal ini berupa produk utama (produk yg harga jualnya relatif sama) dan produk sampingan ( produk yg harga jualnya relatif kecil)

Sumber:
Kelompok Akuntansi Biaya || Aprilia Lestari, Dendy Raharjo, Febiola Chelsea, Lindy Amelia, Praditha Sari, Putri Adlina, Rina Hayani, Siti Setyaningsing, Urai Zakiah || 2EB12

0 komentar:

Poskan Komentar